Gaya kolonial

Gaya kolonial. Piring hias, mebel rotan, kipas, tanduk binatang liar, topeng dukun Afrika – jika interiornya menyerupai apartemen pemburu harta karun, yang dipaksa untuk bertahan hidup di musim dingin di kota, ini kemungkinan besar gaya kolonial. Hati-hati, di suatu tempat di dinding ada pintu rahasia …

Gaya kolonial

Setelah tiba di Hindia Timur, arsitektur Belanda terutama berasal dari pengetahuan dan pengerjaan dari negara asal. Pada kebanyakan kasus, masonry lebih disukai untuk banyak konstruksi mereka. Sebelumnya kayu dan produk sampingannya hampir secara eksklusif digunakan di Hindia, dengan pengecualian beberapa arsitektur agama dan istana utama. Selama periode awal kolonisasi, koloni-koloni Belanda terutama dikuasai oleh VOC, yang terutama mementingkan fungsionalitas konstruksinya daripada menjadikan struktur sebagai tampilan bergengsi.

Gaya kolonial. Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia mengalami pengaruh Occidental (Barat) dalam berbagai segi kehidupan termasuk dalam tata kota dan bangunan. Para pengelola kota dan arsitek Belanda banyak menerapkan konsep lokal atau tradisional Belanda didalam perencanaan dan pengembangan kota, permukiman dan bangunan-bangunan.

Gaya kolonial – Landhuis

Meskipun rumah-rumah deretan, kanal-kanal dan dinding-dinding padat tertutup pertama kali dianggap sebagai perlindungan terhadap penyakit-penyakit tropis yang berasal dari udara tropis, bertahun-tahun kemudian Belanda belajar untuk menyesuaikan gaya arsitektur mereka dengan fitur-fitur bangunan lokal (atap panjang, beranda, serambi bertiang, jendela besar dan lubang ventilasi) . Rumah-rumah negara Hindia Belanda pada abad ke-18 adalah salah satu bangunan kolonial pertama yang menggabungkan unsur-unsur arsitektur Indonesia dan berusaha beradaptasi dengan iklim. Bentuk dasar, seperti organisasi longitudinal ruang dan penggunaan struktur atap joglo dan limasan, adalah Jawa, tetapi memasukkan elemen dekoratif Eropa seperti kolom neo-klasik di sekitar beranda dalam. Gaya ini dikenal sebagai Gaya Indies.

Masih banyak lagi

Landhuis

Beberapa Ciri bangunan bergaya kolonial yaitu sebagai berikut :

* Berkembangnya sistem konstruksi modern di Indonesia
* Pergeseran tipe bangunan dari semi permanen menjadi bengunan permanen
* Penggunaan sistem struktur rangka pada bangunan
* Berkembangnya sistem struktur atap kuda-kuda
* Dinding menggunakan pasangan bata yag lebih kuat
* Bentukan jendela yang berjejer sepanjang sisi bangunan
* Pilar-pilar yang khas dengan nuansa arsitektur klasik eropa

Bagikan ini: