Ide Desain

Rumah memiliki berbagai model dan tipe desain yang beragam, selain model rumah minimalis, terdapat juga beberapa model rumah lain seperti model rumah kontemporer, rumah tradisional dan model rumah modern. Selain memiliki beragam model rumah saat ini juga memiliki ukuran baku, seperti rumah type 36, rumah type 45, rumah type 60, dan type lainnya.

Berikut kami berikan beberapa contoh Ide Desain Rumah, Desain Depan Rumah, Desain Interior sebagai bahan referensi untuk anda yang ingin memiliki rumah idaman.

 

===============================================================================

Desain Rumah type 36

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Rumah minimalis type 36 merupakan salah satu model rumah yang sangat banyak di gemari oleh masyarakat Indonesia apalagi mereka yang berada di kalangan kelas menengah, ada beberapa alasan karena model rumah ini cukup terbilang unik dan sangat cocok untuk keluarga yang tidak banyak anggotanya dan juga alasan yang paling tepat karena model rumah minimalis dengan type 36 tidak banyak memerlukan biaya yang cukup mahal dalam pembangunannya.

Karena sangat trendnya rumah minimalis, maka type rumah minimalis 36 adalah yang tepat untuk menjadi salah satu tempat hunian yang cantik namun terjangkau.

Berikut contoh desain rumah type 36.

 

 

 

 

[/read]


Desain Rumah type 45

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Rumah dengan ukuran 45 m2, jika dilihat dari jenisnya sudah termasuk ke dalam golongan rumah minimalis mewah.

Ternyata banyak masyarakat yang memilih membeli rumah tipe ini dengan berbagai pertimbangan salah satunya adalah harga yang tidak begitu mahal dan sesuai untuk kebutuhan keluarga.

Rumah ini bisa dikatakan cocok bagi para pegawai kantoran pendatang yang membawa sanak keluarga.

Dengan ruangan yang cukup minimalis Anda bisa mengatur sendiri desain dari model rumah tersebut seperti menggunakan 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 kamar mandi, taman, garasi dan 1 ruang tamu.

 

Berikut contoh desain rumah type 45.

 

 

 

 

 

 

 

[/read]


Desain Rumah type 60

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Desain Rumah Type 60 Model Minimalis, Sederhana, Modern Terbaru memang merupakan model rumah yang terbilang cukup luas.

Dengan ukuran lahan yang digunakan cukup luas maka kita bisa mengoptimalkan dari segi hijauan seperti ditambah dengan taman di bagian halaman maupun belakang rumah.

Model rumah minimalis tipe 60 termasuk model yang cocok untuk Anda yang ingin membuat cukup banyak ruangan, baik itu ruang tamu, dapur, ruang keluarga.

Model rumah ini umumnya mempunyai 3 buah kamar dengan 2 buah kamar utama dan satu kamar tambahan.

 

Berikut contoh desain rumah type 60.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

[/read]


Desain Rumah type 70

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Rumah tipe 70 adalah rumah yang cukup besar yang terdiri dari beberapa kamar, ruang tamu, ruang makan dan ruang keluarga, serta kamar mandi dan taman bagian depan maupun bagian belakang.

Juga area car port untuk memarkirkan kendaraan Anda.

Dengan luas ruangan yang cukup seperti ini dapat menjadi peluang untuk Anda sehingga Anda dapat memodifikasi ruangan menjadi beberapa bagian ruangan atau menambahkan furnitur atau perabot rumah yang cukup besar.

 

Berikut contoh desain rumah type 70.

 

 

[/read]


Desain Depan Rumah

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Desain Depan Rumah Minimalis untuk berbagai type yang kita posting ini hanya untuk bahan refrensi anda. Refrensi Desain Depan Rumah Minimalis ini semoga dapat bermanfaat dan memenuhi keinginan anda.

 

             

 

             

 

              

 

             

 

              

 

[/read]


Desain Interior Rumah

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

Luas rumah type yang terbatas membuat kita di tuntut untuk lebih pintar menata ruangan dan menyematkan beberapa ornament supaya ruangan tidak terlihat sempit, hal ini bias kita lakukan dengan cara kita memilah-milah barang-barang yang akan kita letakan di ruangan tersebut, contohnya saja pada pemilihan kursi untuk ruangan tertentu, maka pasti kita harus meletakan kursi yang tepat dan bukan membuat ruangan tersebut malah menjadi terasa sempit.

Bagi anda yang sedang mencari contoh gambar desain interior untuk rumah minimalis berbagai macam type disini kita bisa simak beberapa contoh gambar di bawah ini.

 

      

      

 

====================

Ilustrasi interior

Ketika ingin mendekorasi rumah, satu hal yang perlu dipikirkan adalah gaya interior yang akan digunakan. Namun dengan banyaknya pilihan, orang sering kali salah dalam mengenali dan membedakan gaya satu dan lainnya. Untuk itu, mengetahui beberapa ciri desain interior ini bisa menjadi panduan dalam dekorasi rumah idaman.

Minimalis

Desain interior bergaya minimalis mengacu pada penggunaan bahan industri dan bentuk geometris. Gaya ini juga identik dengan pemakaian warna monokrom seperti putih dan hitam, yang menekankan pada kesederhanaan fungsi dalam furniture.

 

Skandinavia

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media
Ruang makan dengan gaya skandinavia.www.pinterest.com

Desain ini merupakan salah satu gaya yang paling banyak diminati oleh para pecinta dekorasi di Indonesia. Disebut Skandinavia karena populer di negara-negara tersebut. Gaya ini memiliki konsep yang simpel dan natural. Desain ini juga bisa diaplikasikan ke setiap ruangan rumah, termasuk pada ruang tamu. Kunci dalam desain ini adalah memanfaatkam sinar matahari agar benar-benar dieriima di area yang dingin di dalam rumah. Salah satu elemen terpenting dalam gaya ini adalah penggunaan kayu yang menciptakan kesan natural. Unsur kayu pada desain Skandinavian bisa diterapkan dalam pemilihan furnitur. Aksen kayu ini juga dapat dipadukan dengan dominasi warna putih dan abu-abu untuk mencipakan kesan simple.

 

Art deco

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Hotel Prince De Galles ini merupakan koleksi hotel mewah terbaru Starwood dengan bendera Luxury Collection. Ia mengadopsi langgam arsitektur art deco.worldpropertychannel.com

aya ini lahir pada tahun 1920-an di Perancis. Arsitektur ini kurang mendapat tempat di Eropa namun berkembang subur di Amerika khususnya pada tahun 1930-an. Pada arsitektur, gaya ini kerap menggunakan bahan dengan kualitas mahal secara berlebihan, seperti penggunaan patung dan panel kaca. Pada pemilihan furnitur, gaya art deco menekankan pada pemakaian perabot dari bahan kayu tropis seperti eboni, palem, kayu zebra. Selain itu, perabot gaya ini juga sering menggunakan gading dan besi tempa sebagai pemanis ruangan. Penggunaan perabot bergaya ini biasanya diproduksi secara massal dan murah. Sehingga bahan yang digunakan lebih banyak bahan-bahan keluaran pabrik. Di Indonesia, arsitektur bergaya art deco menggunakan warna-warna material yang mencirikan gaya art deco tropis. Beberapa bangunan bergaya art deco di Indonesia antara lain, Hotel Preanger dan Villa Isola.

 

Industrial

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Interior bernuansa industrial.

Gaya ini terinspirasi dari desain gudang dan apartemen perkotaan yang belum selesai. Gaya ini menonjolkan interior yang belum selesai, seperti batu bata yang terekspos, saluran air yang tidak tertutup, dan penggunaan material bekas sebagai hiasan dan furnitur.

Interior yang mengadopsi gaya industrial biasanya memiliki langit-langit yang tinggi. Selain penggunaan elemen kayu dan logam juga menjadi ciri mencolok dari gaya interior.

Maka tidak mengherankan jika warna-warna tanah dan netral menjadi pilihan populer dalam gaya ini.

Victorian

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Desainer Jessica Helgerson dan timnya membuat desain dapur untuk sebuah rumah bergaya Victoria di daerah Mount Tabor, Portland. Sang desainer berbagi kuncinya mendapatkan tampilan istimewa di dapur bergaya klasik, namun segar tersebut.Lincoln Barbour

Gaya Victorian identik dengan klasik. Gaya ini memiliki ciri khusus yakni loteng dan jendel teluk (bay window). Material yang digunakan pun biasanya terbuat dar kayu, namun tak jarang pula yang membangunnya dengan dinding bata.

Untuk interior, gaya Victorian mengedepankan kemewahan layaknya seorang bangsawan. Ini terlihat dari penggunaan perabot dan aksesoris.

Gaya ini merupakan kombinasi dari beberapa elemen gaya, yakni klasik dan eksotik, gothic, dan rococo. Perabot menggunakan warna-warna kaya seperti coklat tua, coklat terang, dan merah. Selain itu, jika Anda perhatikan, gaya Victorian juga sering menampilkan perapian dan rak buku besar sebagai ornamen Utama.

 

Gothic

© Disediakan oleh PT. Kompas Cyber Media

Interior bangunan gereja ini juga semakin apik dengan adanya jendela baru bergaya Gothic dan jendela-jendela besar menghadap ke kolam renang dan halaman belakang. www.houzz.com

Gothic identik dengan warna pekat berkarakter kuat, merah, hitam, ungu tua, emas, hijau gelap, dan kuning tua.

Interior bergaya gothic biasanya merupakan perpaduan warna seperti merah dan hitam. Namun, di Indonesia tak banyak yang orang yang mau mengaplikasikan dua warna ini bersamaan. Ini karena merah dan hitam merupakan perpaduan warna berat dan gelap.

Gaya ini juga memiliki kesan kuno karena kerap menunjukkan kesan suram. Eski demikian, gaya gothic juga memberikan kesan berkelas, karena banyak digunakan di kastil dan istana.

 

Bohemian

See the source image

Interior BohemianJustina Blakeney

Dekorasi Bohemian menampilkan pola yang kaya dan tidak beraturan. Peletakan ornamen juga tidak memiliki pakem tertentu.

Pemilik rumah bisa menggantungkan permadani atau anyaman di dinding sebagai ornamen, atau memiliki warna sofa dan karpet dengan warna yang bertolak belakang.

Warna yang digunakan cenderung cerah dan berani berpadu dengan unsur motif bergaya gipsy. Motif ini merupakan implementasi budaya Eropa dan Asia Timur.

 

Rustic

See the source image

Secara harfiah, rustic berarti berkarat, kasar, atau berkesan pedesaan.

Namun kenyataannya, rustic kini kerap dikaitkan dengan gaya natural yang apa adanya.

Gaya ini mewarisi beberapa fitur dari gaya country, seperti bata dan langit-langit kayu.

Dalam interior, rustic bisa diolah dengan sentuhan modern menjadi gaya interior yang menarik. Misalnya penggunaan lemari berkarat atau meja dengan serabut kayu. Kedua furnitur ini bisa menjadi elemen penguat dalam desain ini.

Ciri khas gaya ini ada pada penggunaan bahan alam seperri batu, kayu, kain kanvas, dll. Tak hanya unsur alam, beberapa sentuhan modern kadang juga bisa ditambahkan dalam dekorasi hunian.

Gaya rustic identik dengan warna coklat, abu-abu, dan emas. Selain itu, gaya rustic juga identik dengan penggunaan aksesori buatan tangan atau yang berasal dari luar ruangan.

 

Shabby Chic

See the source image

See the source image

Shabby Chic merupakan gaya favorit kaum hawa karena menciptakan kesan feminin. Penggunaan warna pastel juga menjadi ciri khas pada gaya ini.

Untuk menciptakan kesan yang lebih feminin, gaya interior shabby chic juga kerap memberikan aksen bunga-bungaan dengan warna lembut.

Pemilihan furnitur berwarna putih agar tidak terkesan ramai karena berbagai ornamen yang digunakan.

 

Eklektik

See the source image

Gaya in muncul pada awal abd ke-20. Pada masa itu rumah merupakan simbol kekayaan dan kemakmuran. Semakin mewah isi rumah, semakin tinggi pengakuan terhadap orang tersebut.

Model rancangan bergaya eklektik memadukan berbagai unur arsitektu seperti gothic, rococo, dan Victorian.

Eklektik dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan pernak-pernik yang digunakan. Pertama adalah tipe eksotik.

Tipe ini biasanya menggunakan dipan dengan anek bantal bersulam. Lalu ada kain kaya motif dengan aksen manik-manik. Selain itu, tipe ini juga menggunakan warna ala Maroko.

Tipe romantik feminim. Pada tipe ini pink menjadi warna dominan dan biasanya dipadu dengan warna ungu lavender, merah, dan turquise.

Dan yang terakhir adalah tipe seni, yang menonjolkan penggunaan penggunaan furnitur antik serta cat tembok berstruktur.

 

[/read]


Desain Rumah HOOK

[read more=”Klik untuk detail” less=”Baca Lebih Sedikit”]

 

Pengertian Rumah Hook adalah rumah yang berdiri di pojok dan memiliki area terbuka pada sisi depan serta salah satu sisi sampingnya yang biasanya keduaya menghadap ke jalan.

Sedangkan sisi lebih dalam biasanya merupakanbangunan dan sisi luar tadi menjadi halaman.

Bertempat di tiap-tiap ujung pada blok ataupun di tiap pertigaan, perempatan.

 

 

 

 

[/read]


 

Bagikan ini: